Desa Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Statistik Pengunjung

Dana Desa Anjlok 73 Persen, Krandegan Tetap Gelar Pembangunan Infrastruktur Miliaran Rupiah

Dana Desa Anjlok 73 Persen, Krandegan Tetap Gelar Pembangunan Infrastruktur Miliaran Rupiah

Kategori

Berita Lokal

27 Oktober 2026

22 Kali Dibaca

DWINANTO

PURWOREJO – Penurunan Dana Desa hingga 73 persen tidak menghentikan pembangunan di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ketika alokasi Dana Desa turun dari Rp1,05 miliar menjadi Rp285 juta, berbagai pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat tetap berjalan melalui beragam sumber pendanaan.

Mulai dari pembangunan gedung serbaguna, rehabilitasi kantor desa, peningkatan jalan lingkungan, pembangunan saluran irigasi, hingga rehabilitasi ruang kelas sekolah dasar. Total nilai enam kegiatan infrastruktur yang didukung sumber pendanaan di luar Dana Desa mencapai Rp1,77 miliar.

Di sisi lain, Dana Desa tetap digunakan untuk membiayai pembangunan gedung serbaguna senilai Rp206 juta dan drainase di RT 02 RW 02 senilai Rp22 juta.

Tak hanya pembangunan fisik, berbagai program pemberdayaan masyarakat juga mengalir ke Krandegan. Di antaranya bantuan 600 ekor ayam petelur lengkap dengan kandang dan pakan dari Kementerian Pertanian, dua unit traktor tangan untuk kelompok tani, serta bantuan peralatan panahan bagi klub Gandewalana. Sementara itu, usulan program budidaya ikan nila dari Kementerian Kelautan dan Perikanan masih dalam proses verifikasi.

Berbagai program tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada Dana Desa. Optimalisasi bantuan pemerintah, program kementerian, dan dukungan pihak lain menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.

Dana Desa Berkurang Rp765 Juta

Penurunan alokasi Dana Desa menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Desa Krandegan. Jika pada 2025 desa ini menerima Dana Desa sebesar Rp1,05 miliar, pada 2026 alokasinya turun menjadi Rp285 juta.

Artinya, terdapat pengurangan anggaran sebesar Rp765 juta atau sekitar 72,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut mempersempit ruang fiskal desa untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan. Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur, pelayanan pemerintahan, pertanian, dan fasilitas sosial tetap berjalan.

Dalam kondisi seperti ini, kemampuan menyusun prioritas dan mengakses program pembangunan dari berbagai sumber menjadi semakin penting.

Krandegan tetap mengupayakan pembangunan melalui bantuan keuangan pemerintah kabupaten, bantuan keuangan pemerintah provinsi, program pemerintah pusat, serta dukungan pihak lain.

Dana Desa Rp285 Juta untuk Gedung Serbaguna dan Drainase

Di tengah penurunan alokasi anggaran, Dana Desa tetap digunakan untuk membiayai pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Dua kegiatan infrastruktur yang bersumber dari Dana Desa tahun ini adalah pembangunan gedung serbaguna senilai Rp206 juta dan pembangunan drainase di RT 02 RW 02 senilai Rp22 juta.

Gedung serbaguna diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari pertemuan warga, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga aktivitas lain sesuai fungsi bangunan.

Sementara itu, pembangunan drainase ditujukan untuk mendukung kelancaran aliran air dan mengurangi potensi genangan di lingkungan warga.

Jika dijumlahkan, kedua kegiatan tersebut bernilai Rp228 juta, setara dengan 80 persen dari alokasi Dana Desa sebesar Rp285 juta.

Dengan demikian, pembangunan gedung serbaguna dan drainase menjadi bagian dari upaya Pemerintah Desa Krandegan dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran.

Adapun pembangunan lainnya diupayakan melalui program dan bantuan dari berbagai sumber di luar Dana Desa.

Enam Kegiatan Infrastruktur Senilai Rp1,77 Miliar

Selain pembangunan yang bersumber dari Dana Desa, terdapat enam kegiatan infrastruktur lain yang memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, program pemerintah pusat, dan pihak lain.

Total nilai keenam kegiatan tersebut mencapai Rp1.771.663.000 atau sekitar Rp1,77 miliar. Rinciannya adalah:

  1. Bantuan Keuangan Kabupaten Purworejo: Rp300 Juta. Bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Purworejo dialokasikan untuk dua kegiatan. Pertama, rehabilitasi kantor desa senilai Rp200 juta. Kedua, pembangunan jalan rabat beton di RT 01 RW 05 senilai Rp100 juta. Rehabilitasi kantor desa diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, pembangunan jalan lingkungan diharapkan memperbaiki aksesibilitas warga.
  2. Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah: Rp300 Juta. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dialokasikan untuk pembangunan gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) senilai Rp200 juta dan pembangunan jalan rabat beton di RT 02 RW 03 senilai Rp100 juta. Pembangunan gedung BUMDes diharapkan memperkuat sarana pengembangan usaha ekonomi desa. Adapun peningkatan jalan lingkungan diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi warga.
  3. Program PISEW dari APBN: Rp500 Juta. Krandegan juga memperoleh dukungan melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang bersumber dari APBN dengan nilai Rp500 juta. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan jalan rabat beton di RT 02 RW 03. Dengan nilai setengah miliar rupiah, program ini menjadi salah satu kegiatan infrastruktur terbesar dalam daftar pembangunan tahun ini. Peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
  4. Program Padat Karya Kementerian Ketenagakerjaan: Rp100 Juta. Pembangunan infrastruktur pertanian turut memperoleh dukungan melalui program padat karya dari Kementerian Ketenagakerjaan yang bersumber dari APBN. Dengan anggaran Rp100 juta, program ini diarahkan untuk pembangunan saluran irigasi sawah. Selain mendukung kebutuhan pengairan pertanian, program padat karya juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi melalui pelibatan tenaga kerja dalam kegiatan pembangunan.
  5. Pompa Air Tenaga Surya 15 PK: Rp250 Juta. Di sektor pertanian, Krandegan memperoleh pembangunan pompa air tenaga surya berkapasitas 15 PK dengan nilai Rp250 juta dari Agros. Pemanfaatan energi surya menjadi salah satu alternatif untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian. Jika dimanfaatkan dan dikelola secara optimal, fasilitas tersebut berpotensi membantu petani memenuhi kebutuhan air serta mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian.
  6. Rehabilitasi Tiga Ruang Kelas SD Negeri Krandegan: Rp321,66 Juta Pembangunan juga menyentuh sektor pendidikan. Sebanyak tiga ruang kelas SD Negeri Krandegan mendapatkan program rehabilitasi yang bersumber dari APBD Kabupaten Purworejo. Nilai anggaran kegiatan tersebut mencapai Rp321.663.000. Rehabilitasi ruang kelas diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar serta menunjang kegiatan belajar mengajar bagi para siswa.

Pemberdayaan Masyarakat Juga Mendapat Perhatian

Selain pembangunan infrastruktur, program pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga Krandegan.

Sejumlah bantuan menyasar sektor peternakan, pertanian, dan olahraga. Program-program tersebut diharapkan memperkuat kapasitas kelompok masyarakat serta membuka peluang kegiatan produktif.

Beberapa program pemberdayaan di antaranya:

  1. Bantuan 600 Ayam Petelur dari Kementerian Pertanian. Salah satu bantuan yang menonjol adalah bantuan 600 ekor ayam petelur lengkap dengan kandang dan pakan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki di Pedukuhan Mojokupo, Desa Krandegan. Program ini diharapkan membuka peluang usaha produktif bagi kelompok perempuan melalui budidaya ayam petelur. Jika dikelola secara berkelanjutan, usaha tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan dari penjualan telur sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi kelompok. Bantuan berupa ayam, kandang, dan pakan menjadi modal awal bagi penerima untuk menjalankan usaha peternakan. Namun, keberlanjutan usaha tetap membutuhkan pengelolaan kandang, pemenuhan kebutuhan pakan berikutnya, pemeliharaan kesehatan ternak, serta pemasaran hasil produksi.
  2. Dua Unit Hand Tractor untuk Kelompok Tani. Di sektor pertanian, dua unit hand tractor atau traktor tangan juga diberikan kepada kelompok tani. Bantuan alat dan mesin pertanian ini diharapkan membantu petani mengolah lahan secara lebih efektif dan mengurangi beban pekerjaan manual. Pemanfaatan traktor tangan berpotensi mendukung efisiensi waktu pengolahan lahan. Dengan pengelolaan dan penggunaan yang baik, bantuan ini juga dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak petani. Dukungan tersebut melengkapi pembangunan saluran irigasi dan penyediaan pompa air tenaga surya yang turut menyasar kebutuhan sektor pertanian di Krandegan. Dengan demikian, dukungan terhadap pertanian tidak hanya menyangkut infrastruktur pengairan, tetapi juga sarana produksi yang digunakan petani.
  3. Dukungan untuk Klub Panahan Gandewalana. Program pemberdayaan masyarakat juga menjangkau bidang olahraga. Klub panahan Gandewalana di Desa Krandegan memperoleh bantuan peralatan panahan untuk mendukung kegiatan latihan dan pengembangan olahraga tersebut. Dukungan ini diharapkan memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang panahan. Pengembangan klub olahraga di tingkat desa juga dapat menjadi ruang pembinaan, membangun kedisiplinan, dan membuka kesempatan bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan mereka.
  4. Budidaya Ikan Nila (Masih dalam Proses Verifikasi). Selain bantuan yang telah diterima, terdapat pula usulan program budidaya ikan nila dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang saat ini masih dalam proses verifikasi. Apabila nantinya dinyatakan memenuhi persyaratan dan memperoleh persetujuan, program tersebut berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Krandegan di sektor perikanan budidaya. Budidaya ikan nila dapat menjadi alternatif kegiatan ekonomi produktif, baik sebagai usaha utama maupun usaha tambahan bagi masyarakat. Namun, karena masih dalam tahap verifikasi, program ini belum dapat dihitung sebagai bantuan yang telah terealisasi. Pelaksanaannya tetap bergantung pada hasil verifikasi dan keputusan pihak terkait.

Total Infrastruktur Rp1,77 Miliar, Belum Termasuk Pembangunan dari Dana Desa

Jika dijumlahkan, enam kegiatan infrastruktur yang memperoleh dukungan dari sumber di luar Dana Desa tersebut mencapai Rp1.771.663.000 atau sekitar Rp1,77 miliar.

Angka tersebut belum memasukkan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa, yakni gedung serbaguna senilai Rp206 juta dan drainase senilai Rp22 juta.

Jika kedua kegiatan yang bersumber dari Dana Desa itu turut diperhitungkan, total nilai kegiatan infrastruktur yang tercantum dalam daftar mencapai Rp1.999.663.000 atau hampir Rp2 miliar.

Perhitungan tersebut merupakan penjumlahan nilai kegiatan dari berbagai sumber pendanaan. Angka ini bukan seluruhnya anggaran yang dikelola melalui APBDes.

Pembangunan Desa Tidak Hanya Diukur dari Dana Desa

Apa yang terjadi di Krandegan memperlihatkan bahwa pembangunan desa memiliki banyak dimensi. Selain membangun jalan dan gedung, desa juga membutuhkan dukungan bagi pertanian, peternakan, pendidikan, olahraga, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Penurunan Dana Desa hingga 73 persen menjadi tantangan dalam menentukan prioritas pembangunan. Namun, berbagai program dari luar Dana Desa dapat menjadi sumber dukungan tambahan selama sesuai dengan persyaratan dan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya program atau besarnya anggaran yang berhasil diakses.

Kualitas infrastruktur, ketepatan sasaran bantuan, transparansi pelaksanaan, serta keberlanjutan manfaat bagi penerima harus tetap menjadi perhatian.

Bantuan ayam petelur, misalnya, akan memberikan manfaat jangka panjang apabila mampu berkembang menjadi usaha produktif. Begitu pula traktor tangan, yang manfaatnya akan lebih luas apabila dapat digunakan secara efektif oleh kelompok tani.

Sementara itu, pembangunan jalan, irigasi, pompa air, dan ruang kelas perlu memastikan bahwa fasilitas yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, pembangunan desa bukan semata-mata persoalan berapa besar Dana Desa yang diterima. Kemampuan menyusun prioritas, mengakses program yang sesuai, dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat juga menjadi bagian penting dari proses pembangunan.

Di tengah Dana Desa yang menyusut dari Rp1,05 miliar menjadi Rp285 juta, Krandegan tetap mengupayakan pembangunan melalui berbagai sumber pendanaan. Infrastruktur terus dibangun, sementara program pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi dan kapasitas warga. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh program tersebut memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Kirim Komentar

Nama
No. Hp
E-mail
Isi Komentar

Komentar Facebook

Aparatur Desa

DWINANTO, S.E.

DWINANTO, S.E.

Kepala Desa Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
SYAMSUDIN, S.Pd.I

SYAMSUDIN, S.Pd.I

Sekretaris Kepala Desa Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
SUYANTO

SUYANTO

Kaur Tata Usaha dan Umum Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
UTAMI HIKMAH

UTAMI HIKMAH

Kaur Keuangan Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
HENDRO TRIYANTORO, A.Md.

HENDRO TRIYANTORO, A.Md.

Kasi Pemerintahan Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
SYAIFULLOH

SYAIFULLOH

Kasi Kesejahteraan Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
KARTIKA, A.Md.

KARTIKA, A.Md.

Kaur Perencanaan Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
KASMINTO

KASMINTO

Kadus I Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
NGATIJO

NGATIJO

Kadus II Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
MUSTANGIN

MUSTANGIN

Kadus III Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
ARIYANI

ARIYANI

Kadus V Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
KUKUH WIDODO

KUKUH WIDODO

Kadus VI Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
SISWANTO

SISWANTO

Kasi Pelayanan Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
EKO BUDI SANTOSO, A.Md.

EKO BUDI SANTOSO, A.Md.

Kadus IV Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
HENDRO PRABOWO

HENDRO PRABOWO

Kader Digital Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
RAHAYU WIDAYANTI

RAHAYU WIDAYANTI

Admin Desa Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
DWINANTO, S.E.

Kepala Desa

SYAMSUDIN, S.Pd.I

Sekretaris Kepala Desa

SUYANTO

Kaur Tata Usaha dan Umum

UTAMI HIKMAH

Kaur Keuangan

HENDRO TRIYANTORO, A.Md.

Kasi Pemerintahan

SYAIFULLOH

Kasi Kesejahteraan

KARTIKA, A.Md.

Kaur Perencanaan

KASMINTO

Kadus I

NGATIJO

Kadus II

MUSTANGIN

Kadus III

ARIYANI

Kadus V

KUKUH WIDODO

Kadus VI

SISWANTO

Kasi Pelayanan

EKO BUDI SANTOSO, A.Md.

Kadus IV

HENDRO PRABOWO

Kader Digital

RAHAYU WIDAYANTI

Admin Desa

Aparatur Desa

statistik
penduduk

Desa Krandegan
Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

1474

Laki-laki

1528

Perempuan

3002

TOTAL

Laki-laki : 1474 ORANG

Perempuan : 1528 ORANG

TOTAL : 3002 ORANG

Layanan

Mandiri

Hubungi Perangkat Desa Untuk mendapatkan PIN

Transparansi Pengelolaan

APB

Anggaran Pendapatan Belanja

APBDesa

Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin 08:00:00 16:00:00
Selasa 08:00:00 16:00:00
Rabu 08:00:00 16:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Jumat 08:00:00 16:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Pemerintah Desa

Krandegan

Kantor : RT 01 RW 02, Krandegan, Bayan, Purworejo
Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Login Admin
Sekilas Info
Ganti Warna
Ke Atas Halaman